skip to Main Content

Gara-gara kampanye sedekah yang dimulai oleh seorang selebgram ternama, istilah “Ikoy-ikoyan” bikin heboh dunia maya. Tren ini awalnya bertujuan untuk mengajak public figure untuk bersedekah, dengan mengabulkan permintaan para pengikut media sosialnya. Tapi banyak yang menilai, tren ini malah berdampak jelek pada mental masyarakat. Khususnya, followers yang masih berusia muda dan produktif. Hal yang ditakutkan, ini akan mengakibatkan budaya suka meminta-minta. Bahkan, alpa berdoa pada Allah, Dia yang kita yakini sebagai Maha Pelindung dan Pemberi Pertolongan.

Padahal, meminta kepada Allah adalah suatu bentuk ibadah. Sebagaimana yang terangkum dalam Hadits hasan berikut,

“Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, ‘Doa adalah ibadah’.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Allah juga sangat mencintai hamba-hamba yang mengingat dan banyak berdoa kepada-Nya. Sebaliknya, mereka yang enggan berdoa pada-Nya adalah orang-orang sombong dan hina di mata-Nya.

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kukabulkan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mu’min [40]: 60)

Sebenarnya, kita boleh -bahkan diperintahkan untuk meminta apa pun pada Rabb Semesta Alam. Hal-hal kecil sekalipun, yang kerap kita anggap bisa kita penuhi sendiri atau minta pada manusia lain, seharusnya kita langitkan dulu dalam sebentuk doa. Dalam sebuah hadist qudsi, Rasulullah bersabda,

“Allah ta’ala berfirman, ‘Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang Aku beri makan. Maka mintalah makanan kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan Aku beri.'” (HR Muslim)

“Aisyah Radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Mintalah kepada Allah, bahkan meminta tali sandal sekalipun.'” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 2/42) Al-Albani berkata: “mauquf jayyid” dalam Silsilah Adh-Dha’ifah No. 1363.

Ibnu Rajab Rahimahullah mengatakan, “Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya semua kebutuhannya, sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya.” (Jami’ Al-Ulum wal Hikam, 1/225)

Selain berdoa untuk perkara “kecil”, jangan sungkan untuk banyak-banyak berdoa. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Ibnu Hibban No. 889, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ No. 437)

Begitu murah-hati Allah kepada hamba-hamba-Nya, hingga berjanji akan mengabulkan doa siapapun yang tulus dan merendah diri berdoa kepada-Nya. Seorang Mukmin yang banyak berdoa pun sesungguhnya tengah melatih jiwanya agar selalu hanya menggantungkan diri kepada Sang Pencipta. Doa ibarat “senjata” kita, saat menghadapi kondisi suka maupun duka.

Bagi kita yang tengah mengharapkan sesuatu dan belum kunjung dikabulkan, Rasulullah menghibur kita lewat hadist berikut:

“‘Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak melakukan dosa atau memutuskan tali silaturahim.’ Lalu seseorang berkata, ‘Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.’ Rasulullah Saw. bersabda, ‘Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta)’.” (HR. Tirmidzi)

Diriwayatkan pula oleh Al-Hakim dari Abu Sa’id, dan ia menambahkan, “Atau Allah menyimpan untuknya berupa pahala yang sebanding dengan doa tersebut.” (HR Ahmad)

Yuk, teguhkan hati agar tegar melalui masa-masa yang sulit. Yakinkan dirimu bahwa pertolongan sekecil apapun yang datang darimanapun dan siapapun, sesungguhnya datang melalui perpanjangan tangan Allah Swt.

Enggak perlu Ikoy-ikoyan, hajat kita pasti terpenuhi. Yakin![]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top